You are currently browsing the monthly archive for Agustus, 2007.

Suka banget sama produk ini.

Bener kalo dibilang tak kenal maka tak sayang. Dulu..yang nyuci pakaian sih pembantu, jadi tinggal lempar aja ke ember cucian, 2 hari menghilang, 2 hari kemudian tinggal ambil dan udah tersetrika.

Sejak tinggal sendiri, sekarang nyuci ya kerjain sendiri, apalagi nyetrika.. Untunglah ada mesin cuci. Tinggal cemplungin, kasih detergent, nyalain deh.

Nahh, detergentnya juga mesti diconvert. Mesti pakai yang memang spesial untuk mesin cuci. Namanya detergent, pertama langsung kepikir “Rinso” dong. Setelah lihat - lihat di Carrefour, dibelilah ini detergent….

Violaa…ternyata beneran bersih loh. G coba masukkin baju yang bernoda, sengaja ga dikucek dulu, mau lihat apa ya ada bedanya kalo pake mesin cuci ( maklum, ga pernah nyuci sendiri pake mesin sebelumnya..:p )…ehhhh…bersih bersinar ( eh, itu Sunlight ya? :D )

Jadi sekarang untuk urusan percucian, serahkan ke trusted Rinso and the washing machine! Hidup jadi lebih mudah!

Additional info :
Sekalinya Rinso habis di Carrefour ( kok bisa ya? mestinya mereka harus memastikan stoknya jangan sampai hal seperti ini terjadi. ), aku ganti haluan ke So Klin, which is not bad. My first choice tetep Rinso ( walau lebih mahal ), tapi good to know kalo ada pengganti yang juga cukup bagus ).

Malu keluar dari WC karena bau pasca-bokermu menusuk dan nggak hilang-hilang? Diomelin orang serumah karena kentutmu lebih bau daripada kawah belerang?

Sediakan selalu korek api di dalam WC. Sehabis rutinitas yang memproduksi bau tak terelakkan itu, nyalakan korek api. Jressss. Tidak usah lama-lama, tiup untuk matikan apinya. Bau asap korek api yang barusan padam itu akan ‘menyamarkan’ bau WCmu.

Berguna juga untuk ‘menyamarkan’ bau kentut.

Tidak percaya? Coba saja sendiri.

Tips ini aku dapat saat mengunjungi saudara yang menginap di salah satu hotel di Semarang. Karena banyak tamu di dalam kamar hotelnya tapi hasrat untuk boker tak tertahankan, korek api menjadi barang yang sangat berguna karena ia tidak ingin tamu-tamunya (termasuk saya) pingsan mencium bau pasca-bokernya. Untunglah.

Sejak saat itu korek api merupakan barang yang harus ada di dalam WC.