You are currently browsing the category archive for the 'facial' category.
Untuk urusan perawatan wajah, aku paling easy-going. Jarang pake make-up, kecuali kalo ada acara2 tertentu yang amat sangat menuntut aku pake make-up (misalnya: kondangan), itu pun minimalis. Sabun muka gonta-ganti, tergantung yang mana yang ingin aku coba pada saat yang lama sudah hampir habis, atau merk mana yang sedang diskon. Dove, Biore, Neutrogena, Johnson n Johnson, sebut apa saja lah, semua pernah kucoba. Yang penting bukan merk seperti Sunlight (walaupun katanya bisa bersih bersinar) atau Rinso (untuk membersihkan paling bersih), apalagi Baygon (jaminan mutu)!

Waktu ke supermarket sekitar sebulan yang lalu, Pond’s Perfect Care Antibacterial Scrub ini lagi di diskon. Ngeliat packagingnya yang ijo, berkesan lembut dan alami (tuh, lihat gambar di samping, ngeliat aja seger kan?), apalagi ada tulisannya ‘antibacterial’, wah. Tangan langsung gatel untuk mengambilnya dari rak ke keranjang belanja. Padahal sabun yang lama belum habis, masih kira-kira seperempat. Dove, kalau nggak salah. Jadi aku harus sabar menunggu Dove sampai habis. Sehari… dua hari… lewat seminggu, udah ga sabar lagi - Dove nya gak habis-habis juga. Sejak itu, setiap acara mandi (yang selalu private), tiba pada sesi favoritku: “membersihkan wajah”, sambil berharap-harap cemas kupencet tube Dove itu. Walaupun pemakaiannya makin lama sudah makin boros (sampai-sampai aku pakai untuk membersihkan kuku-kuku tangan dan kaki!), butuh waktu pemborosan 2 minggu lebih untuk menghabiskan Dove itu. Phew.
Pada saat akhirnya aku bisa mulai memakai Pond’s Perfect Care, rasanya lega sekali. Dan ternyata tidak mengecewakan. Kesan pertama, baunya enak. Wangi segar, bukan wangi menyengat. Bukan segar karena ada mentholnya, menthol di wajah menimbulkan rasa panas. Aku suka memakai produk sabun muka yang ada “butiran pasir kecil-kecil”nya, bahasa kerennya “scrub”. Rasanya lebih bersih, wajah seperti… diamplas :DÂ Komedo berkurang, jerawat ilang. Setelah dipakai pun, nggak meninggalkan kesan kering di wajah, tapi juga tidak membuat kulit serasa siap untuk digoreng.. srengg..
Mungkin lain kali aku harus membeli produk sabun muka dengan ukuran paling kecil, karena selalu tergoda untuk membeli yang baru walaupun yang lama masih banyak. Akhirnya gagal deh tujuan awal untuk menghemat (dengan membeli ukuran yang lebih besar), malah sebaliknya yang terjadi, karena ujung-ujungnya aku boros-borosin pemakaiannya karena sudah bosan dan ingin segera memakai yang baru.

Komentar Terakhir