Though it seemed like the sky is always grey
Like you’re forever in a state of disarray
And luck never comes your way,
Believe things are going to be okay,
Blue skies will appear when grey clouds fade away
And I always keep you in my pray.
Come what may,
Because today is your day.

Happy birthday.

Dedicated to: Grace – who’s having a birthday today.

1. Karet gelang lebih awet kalau ditaruh di kulkas.

2. Ketakutan yang berlebihan untuk memasak ternyata ada. Namanya Mageiricophobia.

3. Guinness Book of Records memegang rekor sebagai buku yang paling sering dicuri dari perpustakaan.

4. Hiu adalah satu-satunya ikan yang bisa mengedipkan kedua matanya.

5. Rata-rata, anak umur 4 tahun menanyakan 437 hal tiap hari.

6. Harimau tidak hanya punya bulu-bulu belang, kulitnya pun juga belang.

7. Nyamuk punya gigi.

8. Sampai kira-kira umur 6-7 bulan, bayi bisa bernapas dan menelan secara bersamaan.

9. Kuku lebih cepat tumbuh di tangan yang lebih sering digunakan.

10. 80% spesies bunga mawar di dunia ini berasal dari Asia.

Pengetahuan yang baru aku tahu hari ini… dan sangat gak penting sekaleee yaaa???!!

rakuzen

Minggu kemaren jalan jalan ke mal baru di Jakarta, Pacific Place.

Niatnya emang mau makan disana, secara malnya baru soft opening..yang artinya masih banyak yang tutup. Agak bikin ga niat seh, karena semangat belanja gue yang sedang tinggi ( walau duit cekak, tapiiii..credit card masih bisa digesek..:D Note : KIDS Don’t do it at home! Halah )

Setelah muter – muter di lantai tempat berkumpulnya resto – resto, akhirnya gue dan temen gue memutuskan untuk makan di Japanese restaurant, Raku Zen.

Pertama, tempatnya keren. Kedua keren setelah Y&Y restaurant di lt.4 ( yang rame abis. males makan kalo rame banget, emangnya kita orang susah apa, makan aja pake ngantri )-tapi gue pengen nyoba juga makan disana seh.

Kedua, kita emang suka makanan Jepang, terutama sushi. ( Bukan ‘tuna syushyi’ ala Cinta Laura itu ). Pas temen kita yang anti sushi ga ikutan.

Ketiga, restonya ga rame. Yang mana sempat menimbulkan kecurigaan : “ga enak kali ya makanannya?” ato “mahal kaleee”

Akhirnya kita memutuskan mendekati ‘resepsionis’-nya dan liat liat dulu menunya. Harga..reasonable. OK masuk yuk!

Sayang ga bawa kamera. Tempatnya enakkk..remang remang gitu..hehehe.

Kanan kiri ada beberapa tamu yang asli Japanese. Gue bilang ke temen gue, mestinya kalo orang Jepang beneran aja makan disini mestinya beneran enak yaaa…dan ternyata :

Makanannyaaaaa..eeeeem ENAK!!

Sebenernya, ini agak bias ya. Wong gue cuma makan 3 jenis makanan disana ( kan lagi diet ), tapi menurut gue ketiga-tiganya MEMUASKAN.

Kita makan :

  • Unagyu, nasi plus unagi. Unaginya banyak, nutupin nasinya..:P and enakkkk ( kepengen lagi nehhh..)
  • Sate scallop( maaf ga nyatet nama Jepangnya..) Enak tapi mahal. 2 tusuk 30ribu. Untung beneran enak.
  • Beef grill, entahapanamanya. Saking napsunya makan ga diinget nama2nya. Cuma tunjuk2 di menu sama mbak waitressnya ( yang ramah ). Dikasih kayak anglo, boleh grill sendiri, boleh juga minta mbaknya yang grill-in.
  • Minuman gue..namanya apa yaaaa..huehehehe. yang pasti ingredients- nya Kiwi sama Sirsak. Enak juga.
  • Minuman temen gue namanya Four Seasons. Ada 4 macem minuman ( pilih satu dong ya ), yaitu Lime / Cranberry / Peach / Lychee + soda water. Lumayan ( g nyobain ) tapi gue ga suka aja sama soda.

Kenyang. Itu makan dibagi berdua lohhhh.

Gue sih bakal balik lagi kesitu one day. Pas abis gajian gitu deh. Soalnya ya se-reasonable-nya harga Japanese food, tetep aja..ga bisa sering sering. Kisaran makanannya seharga Sushi Tei lah. ( ITU MAHAL BO! hehee..kan dah dibilang makannya abis gajian ajaaaaa! )

Laen kali pengen nyobain sushi-sashimi-udon-dll….sama dessertnya.

Tapiiii kan ini rekomendasi yang subyektif yaaa..dan sejujur-jujurnya..hehe..

Alamatnya :

Rakuzen
Pacific Place Mall Lt 5 – 68
Sudirman Central Business District
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Phone: (021) 5140 0499
Fax: (021) 5140 0498

PS: Rakuzen ini punya cabang dimana2..di Singapore, Malaysia, dll. Trus goggling ‘rakuzen’, ternyata..banyak yang rekomen dan suka makanannya..tapi yang di luar negeri. Mungkin karena yang di Jakarta masih baru..

( Image via Google Images )

Karena banyak yang request versi manis, ta daaaa.. ini dia.

Seperti post sebelumnya (Sms Tahun Baru versi garink), silahkan pakai sms-sms ini asal tinggalkan komen. Mau ngelink, kenalan, silahkan juga. 😀

May your days be full of cheer,
May you never shed a tear,
This pray I made so sincere,
All good things for you, dear
Happy New Year.

Aku gak menjanjikan jalan tak berbatu,
Harimu mungkin kadang kelabu
Tapi kujanjikan satu,
Aku selalu ada untukmu.
Selamat tahun baru

PS: Aku sudah cek jumlah huruf 2 sms di atas cukup untuk 1 ukuran sms post.

(hmm.. somehow aku koq lebih suka yang versi garink yah, lebih susah bikin yg manis…)

Semalam browsing internet cuma mau nyari SMS bagus buat kirim-kiriman di tahun baru nanti. Tapi gak berhasil nemu yang bagus. Aku ga suka ngirim ASCII-art SMS, karena pada dasarnya emang ngga bisa bikin. Trus kepikir kenapa nggak nyoba bikin SMS sendiri? Inilah hasilnya.

Makan tomat bareng kangguru
SELAMAT TAHUN BARU!

Perah sapi sambil mikir
Hepi new year!

Minum kopi ya pake cangkir
HEPI NIU YIER

Throw stinky nappy to Santa’s reindeer
Happy New Year!

Don’t be sappy let’s all cheer
Happy New Year!


Pak Camat naksir Bu Guru
Selamat Tahun Baru!

Buat yang drama addict:

Zhao Wei, Lin Xin Ru
Selamat Tahun Baru

Huang Xiao Ming, Louis Koo
Maapin semua salahku

Hu Ge, Ariel Lin
Jangan diinget yang ngeselin

Wu Zun, Joe Zheng
Doa terus yang kenceng

Jang Dong Gun, Jang Nara
Semoga selalu gembira

Kang Ta, Shinhwa
Bahagia sampe tuwa

Shin Dong Wook, Gong Yoo
WOO HOO!

You’re welcome to use any of these garink sms. Just leave a comment when you do.

Suka banget sama produk ini.

Bener kalo dibilang tak kenal maka tak sayang. Dulu..yang nyuci pakaian sih pembantu, jadi tinggal lempar aja ke ember cucian, 2 hari menghilang, 2 hari kemudian tinggal ambil dan udah tersetrika.

Sejak tinggal sendiri, sekarang nyuci ya kerjain sendiri, apalagi nyetrika.. Untunglah ada mesin cuci. Tinggal cemplungin, kasih detergent, nyalain deh.

Nahh, detergentnya juga mesti diconvert. Mesti pakai yang memang spesial untuk mesin cuci. Namanya detergent, pertama langsung kepikir “Rinso” dong. Setelah lihat – lihat di Carrefour, dibelilah ini detergent….

Violaa…ternyata beneran bersih loh. G coba masukkin baju yang bernoda, sengaja ga dikucek dulu, mau lihat apa ya ada bedanya kalo pake mesin cuci ( maklum, ga pernah nyuci sendiri pake mesin sebelumnya..:p )…ehhhh…bersih bersinar ( eh, itu Sunlight ya? 😀 )

Jadi sekarang untuk urusan percucian, serahkan ke trusted Rinso and the washing machine! Hidup jadi lebih mudah!

Additional info :
Sekalinya Rinso habis di Carrefour ( kok bisa ya? mestinya mereka harus memastikan stoknya jangan sampai hal seperti ini terjadi. ), aku ganti haluan ke So Klin, which is not bad. My first choice tetep Rinso ( walau lebih mahal ), tapi good to know kalo ada pengganti yang juga cukup bagus ).

Malu keluar dari WC karena bau pasca-bokermu menusuk dan nggak hilang-hilang? Diomelin orang serumah karena kentutmu lebih bau daripada kawah belerang?

Sediakan selalu korek api di dalam WC. Sehabis rutinitas yang memproduksi bau tak terelakkan itu, nyalakan korek api. Jressss. Tidak usah lama-lama, tiup untuk matikan apinya. Bau asap korek api yang barusan padam itu akan ‘menyamarkan’ bau WCmu.

Berguna juga untuk ‘menyamarkan’ bau kentut.

Tidak percaya? Coba saja sendiri.

Tips ini aku dapat saat mengunjungi saudara yang menginap di salah satu hotel di Semarang. Karena banyak tamu di dalam kamar hotelnya tapi hasrat untuk boker tak tertahankan, korek api menjadi barang yang sangat berguna karena ia tidak ingin tamu-tamunya (termasuk saya) pingsan mencium bau pasca-bokernya. Untunglah.

Sejak saat itu korek api merupakan barang yang harus ada di dalam WC.

Untuk urusan perawatan wajah, aku paling easy-going. Jarang pake make-up, kecuali kalo ada acara2 tertentu yang amat sangat menuntut aku pake make-up (misalnya: kondangan), itu pun minimalis. Sabun muka gonta-ganti, tergantung yang mana yang ingin aku coba pada saat yang lama sudah hampir habis, atau merk mana yang sedang diskon. Dove, Biore, Neutrogena, Johnson n Johnson, sebut apa saja lah, semua pernah kucoba. Yang penting bukan merk seperti Sunlight (walaupun katanya bisa bersih bersinar) atau Rinso (untuk membersihkan paling bersih), apalagi Baygon (jaminan mutu)!

Pond's Perfect Care Antibacterial Scrub

Waktu ke supermarket sekitar sebulan yang lalu, Pond’s Perfect Care Antibacterial Scrub ini lagi di diskon. Ngeliat packagingnya yang ijo, berkesan lembut dan alami (tuh, lihat gambar di samping, ngeliat aja seger kan?), apalagi ada tulisannya ‘antibacterial’, wah. Tangan langsung gatel untuk mengambilnya dari rak ke keranjang belanja. Padahal sabun yang lama belum habis, masih kira-kira seperempat. Dove, kalau nggak salah. Jadi aku harus sabar menunggu Dove sampai habis. Sehari… dua hari… lewat seminggu, udah ga sabar lagi – Dove nya gak habis-habis juga. Sejak itu, setiap acara mandi (yang selalu private), tiba pada sesi favoritku: “membersihkan wajah”, sambil berharap-harap cemas kupencet tube Dove itu. Walaupun pemakaiannya makin lama sudah makin boros (sampai-sampai aku pakai untuk membersihkan kuku-kuku tangan dan kaki!), butuh waktu pemborosan 2 minggu lebih untuk menghabiskan Dove itu. Phew.

Pada saat akhirnya aku bisa mulai memakai Pond’s Perfect Care, rasanya lega sekali. Dan ternyata tidak mengecewakan. Kesan pertama, baunya enak. Wangi segar, bukan wangi menyengat. Bukan segar karena ada mentholnya, menthol di wajah menimbulkan rasa panas. Aku suka memakai produk sabun muka yang ada “butiran pasir kecil-kecil”nya, bahasa kerennya “scrub”. Rasanya lebih bersih, wajah seperti… diamplas 😀  Komedo berkurang, jerawat ilang. Setelah dipakai pun, nggak meninggalkan kesan kering di wajah, tapi juga tidak membuat kulit serasa siap untuk digoreng.. srengg..

Mungkin lain kali aku harus membeli produk sabun muka dengan ukuran paling kecil, karena selalu tergoda untuk membeli yang baru walaupun yang lama masih banyak. Akhirnya gagal deh tujuan awal untuk menghemat (dengan membeli ukuran yang lebih besar), malah sebaliknya yang terjadi, karena ujung-ujungnya aku boros-borosin pemakaiannya karena sudah bosan dan ingin segera memakai yang baru.